Riki Chandra, yang akrab disapa Riki Salayo, adalah jurnalis dan pegiat media asal Salayo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Pria kelahiran Selayo, 9 Februari 1989 ini menempuh pendidikan dasar di SDN 14 Batu Palano Solok hingga lulus pada 2001, lalu melanjutkan ke SMPN 4 Lubuk Basung Agam hingga 2004, dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Kubung Solok pada 2007. Ia kemudian melangkah ke jenjang perguruan tinggi di IAIN Imam Bonjol Padang, dan lulus pada 2011.

Riki memulai perjalanannya di dunia komunikasi dan penyiaran sejak duduk di bangku kuliah, saat menempuh studi di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, IAIN (kini UIN) Imam Bonjol Padang. Di sinilah benih kecintaannya pada media tumbuh. Ia aktif mengisi program di TVRI dan mengelola radio kampus, dua pengalaman yang kelak menjadi fondasi kokoh bagi karier panjangnya di dunia jurnalistik.

Usai menyelesaikan studi, Riki melangkah ke ruang redaksi sesungguhnya. Ia memulai karier sebagai wartawan di harian Padang Ekspres sejak 2012 hingga 2017, sebelum bergabung dengan JawaPos.com sebagai koresponden wilayah Sumatra Barat hingga 2019. Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia dipercaya menjadi redaktur di Langgam.id sekaligus editor di Tagar.id pada periode 2019 hingga 2021. Sejak 2021 hingga kini, Riki mengemban tanggung jawab sebagai redaktur di Suara.com, salah satu portal berita digital terbesar di Indonesia.

Dedikasi Riki terhadap profesinya tidak hanya tercermin dari konsistensinya di ruang redaksi, tetapi juga dari sederet prestasi dalam ajang lomba jurnalistik. Sejak 2015, ia telah menyabet puluhan penghargaan, mulai dari tingkat Sumatra Barat hingga nasional. Di antaranya Juara 1 Piala Merak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2019, Juara 2 Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022, serta Juara 2 Menulis Feature Lingkungan pada peringatan Hari Pers Nasional 2018.

Di luar liputan dan tenggat berita, Riki juga mengasah dirinya secara akademik. Ia berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas (UNAND) pada 2021, sebuah langkah yang memperdalam perspektifnya terhadap lanskap media dan komunikasi publik di Indonesia.

Riki juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Sebagai kader Muhammadiyah sejak era mahasiswa, ia pernah menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok periode 2018–2022, dan kini menjabat Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatra Barat periode 2023–2027. Ia juga menjadi Dewan Redaksi portal berita Muhammadiyah Sumbar, Menaramu, sejak 2023, serta tercatat sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok periode 2023–2026. Tak berhenti di sana, Riki kerap diundang sebagai pemateri jurnalistik, juri lomba menulis, dan editor buku. Peran tersebutlah yang mencerminkan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi dan jurnalisme di daerah.

Puncak dari perjalanan panjang itu tiba pada Maret 2026, ketika Riki resmi dilantik sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatra Barat periode 2026–2029, di Auditorium Gubernur Sumbar. Ia langsung dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan. Hal ini merupakan sebuah kepercayaan yang menjadi pengakuan atas rekam jejak, integritas, dan dedikasinya selama lebih dari satu dekade di dunia media dan komunikasi.