Perkuat Industri Radio di Daerah, KPID Sumbar Studi Tiru ke Radio Aditya FM Pekan Baru

PEKANBARU,PIGITNEWS.COM-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat terus berupaya mendorong penguatan dan eksistensi lembaga penyiaran dimasa pandemi Covid-19 khususnya pada penyiaran radio, terkait dengan hal itu KPID Sumbar didampingi KPID Riau mengunjungi Radio Aditya di Pekanbaru jumat, 27/11.

Radio Aditya dengan frekuensi 87.6 FM adalah radio swasta di Kota Pekanbaru yang berdiri sejak 33 tahun dan sampai hari ini masih eksis dan berkembang.

Rombongan KPID Sumbar yang terdiri dari ketua, komisioner dan sekretariat didampingi oleh Ketua KPID Riau H. Falzan Surahman dan komisioner Asrar Rais disambut oleh Station Manager Aditya Nadina Ocktavianti di ruang kerjanya jl Diponegoro 153 Pekanbaru, Jumat/27/11.

Ketua KPID Sumatera Barat Afriendi Sikumbang, SH, MH  dalam pengantar diskusi menyampaikan apsresiasi luar biasa kepada  pihak manajemen radio Aditya karena dimasa pandemi radio swasta ini masih eksis diudara dan masih didengar oleh masyarakat Kota Pekanbaru. 

Afriendi Sikumbang menyebut hampir semua industri mengalami masalah krusial karena berkurang bahkan hilangnya pendapatan, sampai ada yang memberhentikan karyawannya tidak terkecuali lembaga penyiaran karena sudah pasti berkurangnya penawaran iklan dari pihak ketiga.

Kami melihat radio Aditya masih eksis dan pengelolaannya sangat baik maka kami berkunjung kesini ingin mengetahui bagaimana pengelolaan dimasa sulit seperti ini, apa kiat dan strategi manajemen Radio dalam pengelolaan, katanya.

 Afriendi Sikumbang menambahkan motivasi dan pembelajaran yang kami dapatkan disini akan menjadi motivasi bagi kami untuk menyampaikan kepada teman-teman radio di Sumbar, agar strateginya bisa ditiru untuk kemajuan lembaga penyiaran di Sumbar, ungkap Afriendi.

Sementara Station Manager Nadina Ocktavianti menjelaskan, dari awal sampai sekarang radio Aditya tidak merubah style siarannya, walaupun penyiar sudah banyak berganti sejak 33 tahun lalu tapi ada benang merah dari format acara dan siaran yang tidak dirubah sampai sekarang. Jadi cara ngomong, gaya berbicara dari dulu sampai sekarang sama, konsep itu yang kami pertahankan. 

Perempuan yang sudah melalang melintang didunia penyiaran radio ini menyebut program siaran di Aditya kami siapkan secara tepat, artinya program yang kami susun menyesuaikan dengan kondisi masyarakat, kapan waktu mereka bekerje, istrahat dan santai, maka program radio disesuaikan dengan kondisi pendengar, ungkap Nadin panggilan Nadina Ocktavianti.

Nadin menambahkan, dalam marketing, kita perlu meyakinkan pihak ketiga atau agency agar kita tetap dilirik, menyampaikan potensial daerah dan memang itu butuh proses dan waktu untuk meyakinkan mereka. Berkat usaha yang dilakukan kami masih dipercaya oleh salah satu agency besar di Jakarta untuk pengelolaan iklan, 

Disisi lain Koordinator Isi Siaran KPID Sumbar Robert Cenedy, SP,SH,MH menilai dari sisi isi siaran radio Aditya berhasil membranding program yang diminati masyarakat termasuk melakukan integrasi siaran dengan media sosial, beberapa radio yang masih saya lihat mereka mengintegrasikan programnya dengan media sosial sehingga pendengarnya semakin luas dan banyak segmen yang mendengarnya.

Anggota bidang isi siaran Ardian, ST, M.Ikom menyebutkan suksesnya sebuah program radio tergantung penyiarnya, penyiar perlu memperkuat kapasitasnya dengan baik, dalam berbicara serta memahami bagaimana style penyiar radio yang baik sesuai dengan yang telah berjalan diradio tersebut, seperti  radio Aditya yang memang masih mempertahankan style dan cara penyiarnya sejak awal.

Juga hadir dalam kunjungan kerja tersebut Wakil Ketua KPID Sumbar Yumi Ariyati komisioner Bidang kelembagaan Jimmi Syahputra Ginting, S.Pd, Mardhatillah, SH, Bidang perizinan Andres, SE, Sekretariat  Zulkifli, SE, Nurfitrimansyah, Nofriadi dan jajaran tenaga pemantau KPID Sumbar.(MS)

 

 

http://www.pigitnews.com/perkuat-industri-radio-di-daerah-kpid-sumbar-studi-tiru-ke-radio-aditya-fm-pekan-baru