KPID Sumbar Dukung Penguatan Kurikulum Ilmu Komunikasi UNP, Etika Komunikasi dan Regulasi Penyiaran Jadi Bekal Lulusan

PADANG – Kejujuran, inisiatif, dan etika komunikasi adalah bekal yang menjadi pembeda bagi lulusan Ilmu Komunikasi ketika memasuki dunia kerja. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, Jimmi Syah Putra Ginting, dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (27/10/2026).

Jimmi hadir mewakili KPID Sumbar, sebagai salah satu mitra magang mahasiswa Ilmu Komunikasi UNP. Ia juga mengapresiasi tiga mahasiswa yang telah menjalani magang di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar

Menurut Jimmi, para mahasiswa itu mampu beradaptasi dan menempatkan diri dengan baik, meski berstatus orang baru. Mereka juga menunjukkan inisiatif dalam bekerja.

Bagi lembaga negara yang bertugas mengawasi isi siaran seperti KPID, sikap tersebut sangat berarti. Menurut Jimmi, Etika komunikasi menempati posisi penting dalam pekerjaan sehari-hari, dan kejujuran menjadi nilai yang paling dijaga.

“Kompetensi keilmuan itu penting untuk masuk dunia kerja. Tetapi harus ada standar yang tinggi terhadap penerapan kejujuran dan inisiatif,” ujarnya.

Tiga Masukan untuk Memperkuat Kurikulum

Untuk mendukung langkah prodi, Jimmi menyampaikan tiga masukan. Ia menyarankan agar mahasiswa mendapat pembekalan sebelum magang, sehingga mereka lebih siap saat masuk ke instansi mitra.

Ia juga mengusulkan agar regulasi penyiaran diinternalisasi dalam kurikulum. Dengan begitu, mahasiswa sudah mengenal aturan dasar penyiaran sebelum terjun langsung ke lapangan.

Masukan ketiga ditujukan kepada instansi mitra, termasuk KPID sendiri. Jimmi mengajak semua pihak memberi toleransi dan kesempatan bagi mahasiswa yang masih gagap di awal magang. “Mereka sedang belajar, jadi perlu diberi ruang untuk menemukan ritmenya,” tuturnya.

Prodi Menyambut Terbuka

Masukan itu disambut terbuka oleh pihak prodi. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNP, AB Sarca Putera, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus berbenah mengikuti kebutuhan industri yang menuntut standar tinggi.

Menurut Sarca, kebutuhan dunia kerja yang terus meningkat menjadi tantangan sekaligus pemacu bagi prodi untuk bergerak lebih cepat. Karena itu, kata dia, masukan dari mitra sangat berharga untuk memperkuat kurikulum.

Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, menekankan bahwa akreditasi menjadi penting karena peserta didiklah yang akan menjalankan kurikulum tersebut. Ia juga menyebut mitra magang sebagai bagian penting dalam proses itu.

Prodi Ilmu Komunikasi UNP baru berdiri pada tahun 2022 dan terus menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan pendidikan tinggi. Afriva menyebut tiga hal yang menjadi perhatian: lulusan yang tamat tepat waktu dengan layanan bimbingan yang terukur, lulusan yang terserap di dunia kerja, dan mahasiswa yang berprestasi.

Harapan untuk Mahasiswa

Dari kalangan akademisi, perwakilan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Sumbar, Fita Fathurokhmah, menyampaikan harapan yang lebih luas bagi mahasiswa.

“Mahasiswa ilmu komunikasi diharapkan menjadi agen yang membuat masyarakat Indonesia jauh lebih kritis, jauh lebih paham terhadap isu, dan tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” katanya.

Kolaborasi Lintas Sektor

FGD yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB itu diselenggarakan Prodi Ilmu Komunikasi FIS UNP dan menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai bidang. Dari kalangan media hadir @infosumbar, Klikpositif.com, Classy FM, Padang TV, RRI Padang, dan Tribun Padang.

Dari pemerintahan dan lembaga lain hadir Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, serta Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar. Turut hadir pula Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang dan PT Angkasa Pura (BIM).

Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan dukungan bersama untuk menyiapkan lulusan Ilmu Komunikasi yang kompeten, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja.