KPID Sumbar Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Penyiaran Angkatan II, Fokus Literasi Media untuk Generasi Muda

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat resmi membuka kegiatan Pelatihan Masyarakat Peduli Penyiaran Angkatan II pada Senin, 5 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 5 hingga 7 Mei 2026 ini, dibuka langsung oleh H. Daswippetra, SE., M.Si., Dt. Manjinjiang Alam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua KPID Sumatera Barat, Jimmi Syah Putra Ginting, S.Pd, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kominfotik Sumatera Barat, Eko Paisal, S.Kom, M.M yang juga memberikan materi pada malam pembukaan, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Radio, Oldsan B. Pradipta, S.H., M.H., Koordinator Bidang Sosialisasi Hubungan dan Partisipasi Masyarakat, Yogi Afriandi, S.E., serta narasumber dari praktisi penyiaran, Robert Cenedy, SP., SH., MH.

H. Daswippetra, Dt. Manjinjiang Alam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekitar 60 persen dari 2 juta generasi Z di Sumatera Barat termasuk di dalamnya para pemilih pemula merupakan pengguna aktif media sosial, dengan tingkat penggunaan mencapai kurang lebih 80 persen. Menurutnya, literasi harus dimaknai sebagai kemampuan untuk membaca, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara bijak.

"Kalau sekolah kita baik, berarti masa depan kita baik. Timbalah ilmu," tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya merawat dan meneruskan warisan budaya sebagai identitas dan jati diri, selaras dengan semangat Mars Sumatera Barat. "Lestarikan Budaya, Jaga Pusaka bukan hanya mengenal, tetapi juga merawat dan meneruskannya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," ujarnya.

Selain itu, Plh. Kadis Kominfotik Sumatera Barat, Eko Paisal, dalam materinya menyoroti maraknya penyebaran hoaks yang dikemas seolah-olah sebagai informasi valid.

"Ada pihak-pihak yang mengemas informasi dalam bentuk hoaks, padahal informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya. Kondisi ini diperparah oleh sebagian masyarakat yang masih mudah mempercayai informasi tanpa verifikasi, sehingga menimbulkan simpang siur dan miskomunikasi di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda. "Peserta diharapkan untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh, sehingga mampu memberikan nilai tambah, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan masing-masing," pesannya.

Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua KPID Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting, menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai literasi media pada generasi muda. Ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi agen penjernih informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.

"Generasi muda yang aktif dalam kegiatan literasi media diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari jati dirinya, sehingga tumbuh menjadi agen-agen penjernih informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyaring serta menyebarluaskan konten di tengah derasnya arus digital," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, peserta yang memiliki minat di bidang jurnalistik akan diarahkan dan dibina menjadi jurnalis, sementara yang tertarik menjadi konten kreator akan mendapat pendampingan sesuai potensinya. Ke depan, akan diselenggarakan pelatihan lanjutan bagi peserta terpilih dengan pemantauan melalui aktivitas media sosial masing-masing.