KPID Sumbar Ajak Mahasiswa Membangun Ekosistem Penyiaran Inklusif

Padang – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, Robert Cenedy, SP., SH., MH., menegaskan pentingnya literasi komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi. Hal itu ia sampaikan dalam UNP Communication Fair 4 yang digelar Unit Kegiatan Komunikasi dan Penyiaran Kampus (UKKPK) Universitas Negeri Padang di Aula Fakultas Ilmu Sosial UNP, Jumat (3/10).

Robert mengingatkan bahwa informasi yang salah dapat memicu konflik sosial, sehingga literasi komunikasi perlu ditanamkan bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk menjaga interaksi sosial, pembangunan berkelanjutan, dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Literasi komunikasi harus dibangun bersama agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ini bukan hanya tugas KPID atau UKKPK saja, tetapi membutuhkan kerja sama berbagai pihak,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina UKKPK UNP, Dr. Hijriyatomi Suyuthie, S.IP., MM., menekankan bahwa generasi muda harus membekali diri dengan dua soft skill penting, yakni komunikasi dan adaptasi. Menurutnya, komunikasi selalu menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja, namun tidak cukup hanya pintar berbicara.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita cerdas memilah apa yang disampaikan, karena salah sedikit bisa menimbulkan masalah besar,” ujarnya.

Robert menambahkan bahwa membangun ekosistem penyiaran yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan merupakan tantangan bersama di era digital.

Melalui Communication Fair 4, UKKPK UNP berharap mahasiswa semakin memahami peran komunikasi yang sehat, beretika, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman. (dby/Lg)