KPID Sumbar dan Kemenag Sumbar Siap Bersinergi dalam Program Literasi Media Goes to School di Madrasah
Padang - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat menyatakan komitmen bersama untuk membangun sinergi dalam memperkuat literasi media di lingkungan madrasah melalui program Literasi Media Goes to School. Program ini menjadi upaya strategis dalam membekali generasi muda, khususnya siswa madrasah, agar lebih bijak dalam mengonsumsi informasi dan konten siaran di era digital. (28/7)
Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kemenag Sumbar, Ketua KPID Sumbar Robert Cenedy menegaskan bahwa Literasi Media Goes to School adalah langkah konkret dan penting dalam membentuk generasi yang cerdas bermedia. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan konten digital yang kian kompleks.
“Literasi Media merupakan langkah penting untuk membantu edukasi anak-anak agar dapat lebih bijak dalam bermedia sosial, serta mampu memilah tontonan yang sehat dan sesuai usia. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi penerus,” ujar Robert.
Senada dengan itu, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumbar, Edra Mardi, menyoroti perlunya pengawasan serius terhadap tayangan anak dan remaja, terutama yang mengandung muatan keagamaan. Ia menekankan bahwa penafsiran nilai agama dalam media harus disampaikan secara hati-hati agar tidak disalahpahami.
“Anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap tayangan yang mereka konsumsi. Konten yang menyangkut penafsiran agama perlu disajikan secara masif dan bertanggung jawab. Jika tidak, bisa menimbulkan pemahaman keliru atau bahkan ekstrem. Oleh karena itu, penguatan edukasi dan kolaborasi menjadi sangat penting,” ungkap Edra.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Ficky Tri Saputra, menyoroti maraknya kasus intoleransi yang terjadi, termasuk insiden yang belum lama ini mencuat di Kota Padang. Dalam audiensi ini Ficky menegaskan bahwa KPID Sumbar siap terlibat aktif membantu utk menyampaikan kepada lembaga penyiaran agar menayangkan himbauan dan edukasi melalui program Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengangkat isu toleransi beragama dan keberagaman.
“KPID Sumbar siap berkontribusi dalam penyusunan iklan layanan masyarakat terkait isu-isu SARA, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kerukunan dan mencegah penyebaran paham intoleran di ruang publik,” ujar Ficky.
Robert juga menambahkan bahwa kerjasama ini penting untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, toleran, dan mendukung kerukunan umat beragama di Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa KPID Sumbar akan komitmen dengan mengembangkan program edukasi kepada masyarakat tentang cara mengonsumsi konten keagamaan di media secara bijak, termasuk mengidentifikasi informasi hoaks atau konten yang berpotensi memecah belah.
Kemudian KPID Sumbar juga akan berkerjasama menyusun pedoman bersama untuk lembaga penyiaran dalam memproduksi dan menyiarkan program keagamaan yang berkualitas, mendidik, dan mempromosikan toleransi antar umat beragama.
Merespons dukungan dari KPID Sumbar, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Edison, menyambut baik program Literasi Media Goes to School dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif dalam penyusunan materi literasi media yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Kita berikan penguatan literasi untuk sekolah madrasah dan kita drafting terkait norma-norma serta etika yang perlu ada, terutama yang bernuansa agama. Kita juga sangat menyambut baik hal positif ini seperti ini” ungkap Edison.
Lebih lanjut, Edison mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan konten iklan layanan masyarakat bertema toleransi dan keberagaman untuk disalurkan melalui media penyiaran di bawah koordinasi KPID.
“Kita akan siapkan konten iklan layanan masyarakat terkait SARA untuk diberikan ke TV dan radio,” tambahnya.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Hendri Pani Dias, menekankan bahwa kerja sama ini perlu memiliki pola yang jelas dan terstruktur agar dampaknya optimal. Ia juga mencatat bahwa Kemenag merupakan institusi yang kerap menjadi sumber informasi dan pembinaan masyarakat, sehingga literasi media sangat relevan dalam konteks pendidikan keagamaan.
Audiensi ini juga dihadiri oleh Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Yusrin Trinanda, Kepala Tim Humas Kemenag, Eri Gusniadi, serta Kepala Tim Data dan Informasi, Rhama Eka Putra, yang turut mendukung sinergi ini sebagai langkah konkret membangun ekosistem penyiaran yang sehat dan edukatif.
Pertemuan ini menjadi momentum penting menuju kolaborasi berkelanjutan antara KPID dan Kemenag Sumbar, yang diharapkan mampu menghasilkan program literasi media yang berakar pada nilai-nilai luhur dan kontekstual dengan kebutuhan pendidikan di Sumatera Barat. Rencananya, pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui forum diskusi kelompok terpumpun (FGD) dan penyusunan program bersama dalam waktu dekat.
