Padang – Menjelang masuknya tahun peralihan dar..." name="description"> Padang – Menjelang masuknya tahun peralihan dar...">

Memasuki Penyiaran Digital, KPID Sumbar gelar Bimtek Tenaga Pemantau Siaran

Padang – Menjelang masuknya tahun peralihan dari penyiaran Analog ke Digital , Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar terus berkomitmen dalam  meningkatkan kualitas pemantauan siaran dilembaga penyiaran baik itu televisi dan radio dengan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama tenaga pemantau KPID Sumbar pada Rabu dan Kamis 26-27 Januari 2022. 

“Menjelang memasuknya penyiaran  digital, tentunya  berakibat penambahan siaran yang akan diawasi. Tentunya hal ini akan menjadi PR buat tenaga pemantau KPID Sumbar” Buka Robert Cenedy selaku kordinator bidang pengawasan isi siaran.

 “Untuk meningkatkan kualitas tenaga pemantau, Maka diperlukan pemahaman Pedoman Prilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang lebih mendalam dan lebih sensitif, agar adanya peningkatan dalam pemantauan” Tambahnya

Ketua KPID Sumbar Afriendi Sikumbang  menghimbau agar tenaga pemantau menajamkan Pisau analisnya.

“Untuk meningkatkan kualitas pemantauan kita, kami menghimbau tenaga pemantau terus menajamkan pisau analisisnya dan peka dalam memantau siaran sehingga telah terbentuk mindset untuk menilai lebih cepat apakah sebuah tayangan berpotensi melanggar atau tidak”.

“Harapannya pemantau KPID tetap bekerja secara serius, dan selalu berkomitmen serta tetap menjaga nama baik lembaga ini” Ungkap komisioner yang menjabat dua periode itu.

Senada dengan hal tersebut Komisioner KPID Sumbar Ardian  menambahkan agar tenaga pemantau lebih jeli dalam mengamati potensi-potensi pelanggaran dalam P3SPS khususnya pada program Siaran Mistik, Horor, dan Supranatural serta jurnalistik.

“Kedepanya tenaga pemantau harus jeli dalam menganalisa potensi-potensi pelanggaran khususnya pada program mistik, horror dan supranatural yang tayang pada waktu Prime Time” Buka Ardian.

“Dan kita harus menganalisa secara teliti Pada program siaran jurnalistik, kita harus mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik seperti program acara yang akurat, adil, berimbang, tidak mencampur adukkan fakta dan opini pribadi agar masyarakat yang menonton tidak terpengaruh dengan berita hoax” Ungkap pria yang pernah memenangi penghargaan penyiar terbaik itu.