KPID Sumbar Ajak Generasi Muda Kawal Penyiaran Sehat

Padang (ANTARA) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat mengajak generasi muda mengawal penyiaran sehat dan berkualitas diterima masyarakat luas melalui seminar gerakan literasi sejuta pemirsa dengan tema " Literasi Menuju Pemuda Cerdas dan Bijak Bermedia" yang diikuti sekitar 50 orang mahasiswa di Kota Padang.

Ketua KPID Sumbar Afriendi Sikumbang di Padang, Sabtu mengatakan kecenderungan siaran pada lembaga penyiaran banyak dipengaruhi oleh kepentingan bisnis, politik dan ideologi sehingga masyarakat harus terus terlibat dan berpartisipasi mengawal penyiaran sehat dan berkualitas.

Ia mengatakan kehadiran KPI sebagai lembaga independen merupakan representasi publik dalam mengawasi penyiaran di Indonesia. Pengawasan isi siaran bertujuan menjamin masyarakat mendapatkan haknya memperoleh tontonan yang sehat dan berkualitas dan suguhan informasi yang benar, adil dan berimbang.

KPID Sumbar selama ini telah fokus melakukan pemantauan langsung siaran televisi dan radio, terutama terhadap konten lokal yang tayang di 16 stasiun televisi berjaringan di Sumatera Barat.

"KPID masih menemukan banyak potensi pelanggaran dilembaga penyiaran di Sumatera Barat dan sampai akhir tahun 2021 KPID telah memberikan sanksi teguran tertulis sebanyak dua puluh lebih

"Ke depan perlu banyak keterlibatan masyarakat agar masyarakat ikut berpartisipasi baik mengawasi maupun penguatan literasi di kalangan pemuda dan mahasiswa," kata dia.

Sementara Kadis Kominfo Jasman Rizal mengajak generasi muda untuk bijak dalam bermedia dan tidak menelan informasi bulat-bulat. Apalagi saat ini mayoritas masyarakat tidak hanya melihat informasi dari media elektronik saja tapi sudah ada media sosial yang lebih cepat menyebarkan informasi.

"Faktanya media sosial saat ini telah menjadi pakaian masyarakat, oleh karena itu mahasiswa hari ini betul-betul mampu memfilter informasi jangan berujung buih dan menimbulkan masalah di kemudian hari "saring sebelum sharing" kata dia.

Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska menilai saat ini lembaga penyiaran televisi dan radio mulai ditinggalkan masyarakat, terlihat masyarakat sudah beralih ke media sosial, padahal tingkat literasi masyarakat masih rendah. Berdasarkan indeks survei dari Google Search Top Queries in 2020, untuk pencarian pertama adalah Translate atau terjemahan.

"Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita tidak punya kemauan belajar berbahasa asing dan akhirnya ketergantungan akan Translate atau Google Translate," kata dia.

Selain mengikuti kegiatan di atas, puluhan mahasiswa ini juga menginisiasi pembentukan Jaringan Milenial Pengawal Penyiaran Sumatera Barat (JMPP) Sumatera Barat. Sebanyak 50 orang aktivis mahasiswa yang terdiri dari utusan BEM atau utusan kampus / perguruan tinggi swasta negeri dan swasta di Kota Padang bermusyawarah dan mendeklarasikan berdirinya Jaringan Milenial Pengawal Penyiaran Sumatera Barat yang disingkat JMPP Sumbar.

"Alhamdulillah kami atas nama mahasiswa se-kota Padang bersepakat mendeklarasikan berdirinya JMPP Sumbar. Insyaallah dari pencerahan yang disampaikan para narasumber tadi kami merasa terpanggil berbuat untuk penyiaran Sumbar, kata Muhammaf Hafiz Ketua JMPP Sumbar.

Menurutnya pihaknya dapat melakukan literasi bagi kalangan milenial agar mereka mengetahui dampak negatif media.

"Kami sadar ternyata tidak semua isi siaran itu bermanfaat positif bagi masyarakat terutama kalangan pemuda dan milenial," kata dia.

Terpilih sebagai sekretaris Putra Dayu Pratama mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Taman Siswa dan Imam Sabrani Yurizal sebagai bendahara mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Sementara calon pengurus lainnya akan diisi oleh kawan lainnya yang berasal dari Universitas NU Sumbar, STMIK Indonesia, Universitas Ekasakti, STAI Yastis, STIH dan lainnya

 

https://sumbar.antaranews.com/berita/479337/kpid-sumbar-ajak-generasi-muda-kawal-penyiaran-sehat