Jimmi Syah Putra Ginting,S.Pd

Jimmi Syah Putra Ginting, S.Pd. lahir di Desa Mardingding (Kec. Tiganderket, Kab. Karo, Sumatera Utara) pada tanggal 17 September 1990. Menyelesaikan pendidikan dasar di SDN. 045958 Mardingding, dilanjutkan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Payung di Tiganderket, lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di SMKN. 1 Berastagi, pasca itu melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma III (D3) lewat jalur PMDK di jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Setelah itu, di kampus yang sama melanjutkan ke jenjang Strata Satu (S1) pada program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer.

Aktivis Millenial ini dikenal aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa, baik internal maupun eksternal kampus. Di internal kampus, pernah menjadi Pengurus di Forum Mahasiswa Islam (Formis) Fakultas Teknik UNP, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang, maupun WP2Sospol UNP. Di eksternal kampus, ia pernah menjadi Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat.

Pasca menamatkan pendidikan di kampus, sosok ramah dan murah senyum ini terus mengasah jiwa sosial kemasyarakatannya dengan bergabung di Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) Sumatera Barat sebagai anggota Bidang Partisipasi dan Pelembagaan (2015 – 2018), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sumatera Barat sebagai Ketua Umum (2016 – 2019), Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat sebagai Anggota Biro Humas dan Kerjasama (2016 – sekarang), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumatera Barat sebagai Wakil Ketua (2018 – sekarang), dan Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Sumatera Barat sebagai Ketua Umum (2018 – sekarang).

Mencermati pribadi dan aktivitasnya, Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) menganugerahinya gelar kehormatan “Sutan Maulana Alam” dengan amanat agar ia terus menggali nilai-nilai kearifan lokal dan filosofi Minangkabau “Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah”. 

Perhatiannya terhadap dunia penyiaran “secara tidak sengaja” berawal dari keterlibatannya sebagai salah seorang pengurus Forum Masyarakat Peduli Penyiaran (FMPP) Sumatera Barat yang keberadaannya diprakarsai oleh KPID Sumatera Barat bersama tokoh-tokoh masyarakat Sumatera Barat.  Berangkat dari itu, bangkit motivasinya untuk terlibat dalam pengawasan terhadap penyelenggaraan penyiaran sebab menyadari bahwa Lembaga Penyiaran memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi serta dengan keberadaannya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol dan perekat sosial dapat menjadi unsur pemersatu bangsa.

Kini ia menjadi salah satu anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat Periode 2018 – 2021.  Ia berharap ikhtiarnya di KPID memberi dampak positif bagi dunia penyiaran di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

.