Olahraga untuk Sehat Rohani dan Jasman

BEROLAHRAGA,  bisa dikatakan obat ajaib yang bisa diperoleh dengan mudah tanpa biaya mahal, namun sering kali terabaikan sehingga menimbulkan beragam keluhan kesehatan. Meski begitu, tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Berapa pun usia, bukti ilmiah membuktikan bahwa aktivitas fisik dapat membuat  tubuh yang lebih sehat dan bahagia. Bahkan, penelitian bahkan membuktikan bahwa gaya hidup yang tidak aktif lebih berbahaya bagi kesehatan daripada obesitas.

Yang jelas dengan berlahraga rutin setiap hari dapat membantu mencegah penyakit jantung dan stroke, sebab olahraga akan memperkuat otot jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan tingkat kolesterol baik high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat low-density lipoprotein (LDL), serta meningkatkan kemampuan jantung dalam mengalirkan darah.

Selanjutnya olahraga dapat membantu mengurangi lemak tubuh, sehingga dapat mencegah sekaligus mengendalikan diabetes tipe 2.

Yang tak kalah pentingnya, berolahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, karena berkurangnya lemak tubuh, serta terjadi juga penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Soalnya, aktivitas fisik teratur mampu mengurangi lemak tubuh serta membangun massa otot dan meningkatkan metabolisme tubuh. Jika disertai dengan asupan nutrisi yang sesuai, olahraga dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mencegah obesitas sebagai pemicu berbagai penyakit.

Dengan berolahraga, seperti berlari atau latihan aerobik lainnya, terbukti dapat menunda terjadinya keterbatasan fisik pada orang lanjut usia. Manfaat olahraga tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan fisik, namun juga untuk meningkatkan kualitas hidup. 

Riyadhah atau olahraga dalam Islam sebenarnya tak hanya digunakan untuk istilah olah tubuh untuk kebugaran, tapi juga untuk olah jiwa. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (1292-1350 M) dalam bukunya Zad al-Ma'ad  menekankan pentingnya berolahraga dan efeknya pada tubuh. Bagaimana olahraga memperkuat dan membentuk imunitas tubuh terhadap penyakit.

Ia menyetarakan penguatan memori melalui membaca dan berpikir dengan  seni berolahraga yang melatih pendengaran, komunikasi, observasi, dan gerak. Begitu pula dampaknya bagi pengelolaan emosi, seperti senang, sedih, sabar, waspada, kemampuan memaafkan, dan keberanian. Ajaran Islam juga secara tak langsung mensyaratkan kesehatan fisik guna  menopang terlaksananya ibadah yang baik, seperti shalat dan haji.

Salim al-Hassani dalam artikelnya “A 1,000 Years Amnesia: Sports in Muslim  Heritage” mengungkapkan, selain sains dan teknologi, banyak yang mengagungkan Eropa sebagai kiblat olahraga. Padahal, tiap kebudayaan  memiliki olahraga khas, termasuk Islam.

Olahraga, seperti kriket dan polo, sering diidentikkan dengan Inggris. Padahal, kriket adalah olahraga asli India Utara yang sudah ada sejak 700 M. Polo juga merupakan permainan tradisional bangsa Persia dan Afghanistan.

Banyak yang lupa, tak hanya sains, seni, dan teknologi, tapi juga olahraga ikut bersinar saat Islam berjaya pada 600 M hingga 1600 M. Bahkan, Islam menghapuskan olahraga destruktif seperti gladiator saat merambah  Eropa.

Dalam sirah Nabi SAW, kisah perlombaan lari antara Rasulullah SAW dan  Aisyah pun menjadi contoh populer bagaimana Rasulullah mencontohkan  olahraga. Rasulullah juga menganjurkan orang tua untuk mengajarkan  anaknya berenang, menunggang kuda, dan memanah.

Malcolm Wright dalam tulisannya “Who Wrote the First ‘Useful’ Archery Manual?” menduga olahraga memanah bisa jadi merupakan olahraga tertua yang menggunakan alat yang sudah ada sejak zaman batu (20 ribu sebelum Masehi). Variasi bentuk dan material busur serta panah kemudian berkembang dari zaman ke zaman meski bentuk busur tak banyak mengalami perubahan selama ribuan tahun.

Rasulullah memandang kekuatan fisik menjadi salah satu bagian penting seperti pernah disabdakan, yakni Muslim yang kuat lebih baik dari Muslim yang lemah. Rasulullah sendiri merupakan pemanah dan memiliki tiga busur. Memanah pada  zaman Rasulullah menjadi kemahiran yang lazim dimiliki seorang Muslim. Sahabat Sa'ad bin Abi Waqas dikenal sebagai pemanah andal.

Pada zaman Rasulullah juga dikenal olahraga gulat di kalangan pemuda. Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid menjadi dua tokoh yang penah disebut beradu gulat.

Ali bin Abi Thalib terkenal karena ketangkasannya menggunakan pedang di medan tempur dengan pedanganya yang terkenal, Dzul Fiqar. Sampai Rasulullah memujinya, tidak ada pedang yang setera dengan Dzul Fiqar dan tidak ada pemuda yang setangkas Ali bin Abi Thalib dalam menggunakan pedang. 

Kini mari kita biasakan berolaraga untuk kesehatan jasmani dan rohani. Caranya, seusai shalat subuh, manfaatkan waktu untuk berolaharaga, baik olahraga jalan pagi, maupun olahraga lainnya. Semoga (Penulis wartawan tabloidbjak.com)

.